Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
BPOM ajak Universitas Tsinghua berkolaborasi kembangkan ATMP
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-06 10:43:56【Kabar Kuliner】739 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyampaikan kuliah umum kepada mahasaisw

Beijing (ANTARA) - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengajak mahasiswa, peneliti, dan industri di Universitas Tsinghua, Beijing, China, berkolaborasi dalam pengembangan Produk Obat Terapi Lanjutan(Advanced Therapy Medicinal Products/ATMP) di Indonesia.
"Kami ingin mengembangkan sains dan teknologi ke tahap lebih besar melalui konsep ABG: akademia, bisnis, dan government.Universitas Tsinghua, sebagai salah satu kampus terbaik di China, bisa bekerja sama dengan BPOM, termasuk transfer teknologi untuk dikembangkan di Indonesia," kata Taruna kepada ANTARA, Selasa (4/11).
Pernyataan itu Taruna sampaikan usai memberikan kuliah umum berjudul Regulatory Policy and Advanced Therapy Medicinal Products (ATMP) and Strategies to Accelerate Access to Innovative Medicinesdi Tsinghua.
Kuliah umum tersebut dihadiri sekitar 150 mahasiswa, dosen, peneliti, dan pelaku usaha bidang kesehatan.
ATMP adalah produk medis berbasis sel atau jaringan yang digunakan untuk pengobatan, pencegahan, atau diagnosis penyakit. Produk ini meliputi terapi sel, terapi gen, dan rekayasa jaringan, termasuk stem cell, sekretom, dan terapi gen.
Taruna menekankan pentingnya uji klinis sebagai pintu masuk pengembangan ATMP.
"Uji klinis memastikan keamanan, kualitas, dan kemanfaatan produk. Uji pra-klinis dilakukan dulu pada hewan, baru manusia," jelasnya.
Ia menambahkan, uji klinis juga membuka peluang investasi, termasuk pembangunan pabrik obat di Indonesia, dan peserta uji klinis memperoleh kompensasi finansial. Bila lolos, BPOM akan menerbitkan izin edar sehingga produk bisa digunakan masyarakat.
Taruna menyebut, 94 persen bahan baku obat di Indonesia masih impor, terutama dari China dan India.
"Gangguan impor bisa menimbulkan krisis obat. ATMP berbasis biologi menjadi harapan baru, karena saat ini 65 persen obat berbasis biologi," kata Taruna.
BPOM telah mengatur ATMP melalui Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Produk Terapi Advanced dan Peraturan Nomor 18 Tahun 2022 tentang Cara Pembuatan Obat Berbasis Sel dan Jaringan Manusia.
Produk yang mengalami manipulasi melebihi standar atau digunakan untuk tujuan non-homolog wajib mendapat izin edar BPOM.
Suka(69655)
Sebelumnya: PBB sebut bantuan ke Gaza masih terus dihalangi
Selanjutnya: SPPG Polresta Pati minta maaf atas kendala distribusi MBG
Artikel Terkait
- Makanan dan minuman sehat yang bisa membantu menambah tinggi badan
- Gubernur minta kepala daerah tetapkan lokasi pembangunan SPPG 3T
- Pemkab Cirebon targetkan dapur MBG miliki SLHS pada akhir Oktober 2025
- 70 persen serangan beruang di Jepang terjadi di area hunian manusia
- IHSG BEI menguat seiring stabilitas ekonomi domestik
- Bantuan ke Gaza jauh di bawah kesepakatan gencatan senjata
- Anggota DPRD Jabar: Pengawasan Program MBG harus diperketat
- Satu oknum Polda Bali ditetapkan sebagai tersangka kasus TPPO
- Keracunan menu MBG, Jakbar periksa keterlibatan produk UMKM
- Sekjen ARUN harap dapur MBG bisa jadi pusat pembelajaran gizi seimbang
Resep Populer
Rekomendasi

KSP bantu pengembangan UKS SMA Negeri 1 Tanjungpandan

Bantu ojol, Polres Jakpus dirikan Rakyat Mart dan Rakyat Auto

Sejumlah kalangan sebut peluang pemanfaatan sawit untuk produk UMKM

Gastronomi Britania modern dengan sedikit sentuhan Indonesia

Raffi Ahmad apresiasi transformasi lapas di Nusakambangan

Yili Raih Dua IDF Dairy Innovation Awards di World Dairy Summit 2025

Pemkab Cirebon targetkan dapur MBG miliki SLHS pada akhir Oktober 2025

Konsumsi domestik naik, laba Unilever tumbuh menjadi Rp3,33 triliun